MANDUTA – Semangat mengukir prestasi di bidang olahraga kembali ditunjukkan murid MAN 2 Tulungagung. Sebanyak delapan atlet madrasah mendapat kesempatan memperkuat kontingen Kabupaten Tulungagung dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralympic Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur 2026. Kontingen secara resmi dilepas oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, pada Selasa, 3 November 2026, di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Tulungagung.
Delapan atlet MAN 2 Tulungagung tersebut akan bertanding dalam tiga cabang olahraga, yakni atletik, panahan, dan bulu tangkis. Mereka adalah Deandra Calista Althafunisa (X-10), Belga Luk Luk Syarifatul Arifin (XI-6), dan Fabian Erlang Yudistira (X-10) yang akan berlaga di cabang atletik. Pada cabang panahan, MAN 2 mengirimkan Muhammad Ammar Tho’atallah (X-10) pada nomor Recurve serta Azlan Zidan Muhafiz (X-10) dan Fahim Haykal Ataka Irsyadien Gunawan (XI-3) pada nomor Standard Bow. Sementara itu, cabang bulu tangkis diwakili Salwa Dwi Yasa Prasetya (XI-3) dan Moh Zaidaan Saputra (XI-12).

Pelepasan kontingen tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung terhadap para atlet pelajar yang akan berkompetisi di tingkat Provinsi Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Ahmad Baharudin memberikan arahan agar seluruh atlet berjuang dengan sungguh-sungguh, menjaga sportivitas, serta membawa nama baik daerah melalui prestasi dan sikap yang baik selama mengikuti pertandingan.
Dalam arahannya, Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menegaskan bahwa para atlet yang diberangkatkan membawa tanggung jawab untuk memperjuangkan nama baik daerah, bukan sekadar mengikuti kegiatan olahraga. “Kalian berangkat ke Surabaya dan Ngawi ini bukan untuk berekreasi atau untuk bersenang-senang, tapi panjenengan, para pelatih, ofisial, dan para atlet, ini berangkat untuk berjuang demi nama baik Kabupaten Tulungagung,” tegasnya. Ia juga mengingatkan agar seluruh atlet menjaga etika, kesantunan, dan sportivitas selama bertanding. Menurutnya, atlet Tulungagung harus mampu menunjukkan prestasi sekaligus perilaku yang baik ketika berinteraksi dengan kontingen daerah lain.
POPDA XV Jawa Timur 2026 dilaksanakan dalam dua wilayah penyelenggaraan, yakni Surabaya pada 29 Oktober hingga 5 November 2026 dan Kabupaten Ngawi pada 4 hingga 11 November 2026. Sementara itu, PEPARPEDA III Jawa Timur 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 10 November 2026 di wilayah Madiun dan Magetan. Kedua ajang ini menjadi kesempatan bagi para atlet pelajar untuk menunjukkan hasil pembinaan, mengukur kemampuan, serta bersaing dengan atlet terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Kepala MAN 2 Tulungagung, Muhamad Dopir, menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada delapan murid yang mendapat kepercayaan memperkuat kontingen Kabupaten Tulungagung. “Kami bangga atas kesempatan yang diperoleh anak-anak untuk mewakili Kabupaten Tulungagung dalam ajang POPDA dan PEPARPEDA Jawa Timur 2026. Ini merupakan kepercayaan sekaligus tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Saya berpesan agar seluruh atlet menjaga kesehatan, disiplin dalam mengikuti arahan pelatih, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan kemampuan terbaik. Apa pun hasilnya nanti, pengalaman bertanding di tingkat provinsi merupakan bekal berharga untuk perkembangan mereka. Semoga perjuangan ini membawa hasil membanggakan bagi diri sendiri, keluarga, madrasah, dan Kabupaten Tulungagung,” ungkapnya.
Keikutsertaan delapan atlet tersebut menjadi bukti bahwa murid MAN 2 Tulungagung memiliki potensi yang beragam dan mampu mengambil bagian dalam kompetisi olahraga tingkat provinsi. Madrasah terus memberikan dukungan terhadap pengembangan bakat dan minat murid, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Semangat ini sekaligus menjadi bagian dari upaya MAN Tulungagung dalam mendukung pembinaan generasi muda yang berprestasi di lingkungan Kemenag Tulungagung dan Kemenag Jawa Timur.
Seluruh keluarga besar MAN 2 Tulungagung berharap para atlet dapat menjalankan pertandingan dengan penuh percaya diri, menjaga kekompakan, dan membawa pulang hasil terbaik. Bagi seluruh murid, perjuangan delapan atlet ini menjadi inspirasi bahwa prestasi dapat diraih melalui kerja keras, latihan yang konsisten, dan keberanian mengambil kesempatan. Teruslah mengembangkan potensi, jangan takut bersaing, dan jadikan setiap pengalaman sebagai langkah menuju keberhasilan. Semoga para atlet MAN 2 Tulungagung mampu mengharumkan nama madrasah dan Kabupaten Tulungagung di panggung olahraga Jawa Timur.


Komentar Terbaru